Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin heboh. Saat ditanya wartawan soal kemungkinan serangan baru ke Iran, ia malah merespons dengan nada mengejek. Trump bahkan menyelipkan sindiran bahwa inflasi bakal memaksa Teheran menyerah dan menerima kesepakatan.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian tidak tinggal diam. Ia menuduh Washington sengaja merusak jalannya perundingan untuk mengakhiri konflik. Situasi ini bikin hubungan kedua negara makin runyam.
Dampaknya bagi masyarakat global? Ketegangan AS-Iran yang terus memanas berpotensi mengganggu stabilitas harga minyak dunia. Kalau konflik benar-benar pecah, harga BBM dan kebutuhan pokok bisa melambung. Selain itu, perang dagang dan sanksi ekonomi yang berlarut-larut berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang ujung-ujungnya dirasakan langsung oleh konsumen di berbagai negara.