Krisis pangan di Gaza semakin memburuk. Toko-toko roti di seluruh wilayah itu terpaksa tutup karena kehabisan tepung, sementara warga yang kelaparan terus mengantre untuk mendapatkan sisa pasokan makanan yang kian menipis. Badan-badan bantuan mengaku tidak mampu menyediakan kebutuhan dasar akibat minimnya dana. Euro-Med Human Rights Monitor pun memperingatkan bahaya kelaparan yang mengancam.
Dampaknya bagi masyarakat Gaza sangat nyata: roti sebagai makanan pokok harian kini langka, memicu risiko gizi buruk terutama pada anak-anak dan lansia. Antrean panjang dan pasokan yang tak pasti menimbulkan kepanikan serta potensi konflik sosial di tengah warga. Sementara itu, lembaga bantuan internasional kesulitan menyalurkan bantuan karena keterbatasan dana dan akses, sehingga situasi kemanusiaan bisa memburuk jika tidak ada intervensi cepat.