Manchester United kembali menuai hasil mengecewakan dalam lanjutan Premier League. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Old Trafford, Setan Merah harus puas berbagi angka dengan Aston Villa setelah drama delapan gol berakhir 4-4, Minggu (waktu setempat).
Kekhawatiran langsung terlihat sejak awal laga. United kebobolan dua gol dalam empat menit pertama melalui Alysson dan Nicolas Jackson, membuat kiper Senne Lammens menjadi sorotan karena performa kurang meyakinkan. Situasi sempat membaik lewat penalti Bruno Fernandes di menit ke-16 dan gol penyama kedudukan Youri Tielemans jelang turun minum.
Namun, babak kedua kembali berjalan buruk bagi tuan rumah. Penalti John McGinn dan gol Leon Goretzka membuat Villa unggul 4-2 dan seolah mengubur harapan United. Beruntung, Joshua Zirkzee dan Patrick Dorgu mencetak dua gol di masa injury time yang menyelamatkan muka tim dari kekalahan kelima.
Hasil ini belum mengangkat posisi United dari zona degradasi. Mereka masih tertahan di peringkat 18 dengan koleksi delapan poin dari 10 laga, catatan terburuk bagi klub yang telah 13 kali juara Premier League tersebut. Posisi pelatih Michael Carrick pun masih rentan, meski ia berhasil menghindari pemecatan untuk sementara waktu.
Dampaknya bagi masyarakat penggemar sepak bola, khususnya pendukung United, adalah meningkatnya ketidakpastian arah tim. Kekhawatiran soal degradasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan ancaman nyata yang harus segera diatasi. Sementara itu, bagi publik sepak bola Inggris, laga ini menjadi pengingat bahwa kejutan di Premier League masih sering terjadi, termasuk ketika tim papan bawah seperti Sunderland berhasil mengalahkan Chelsea yang tengah berjuang di papan atas.