Kuba di Ujung Tanduk: Sinyal Intervensi AS Menguat - Berita Dunia
← Kembali

Kuba di Ujung Tanduk: Sinyal Intervensi AS Menguat

Foto Berita

Ketegangan geopolitik di kawasan Karibia kembali memanas. Amerika Serikat (AS) dilaporkan meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Kuba, memicu spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan operasi serupa dengan yang dilakukan di Venezuela awal tahun ini. Pernyataan pejabat AS yang menegaskan keinginan agar 'Kuba bebas' semakin memperkuat sinyal bahwa era Revolusi Kuba mungkin segera berakhir.

Meski waktu dan bentuk serangan belum jelas, indikasi menuju perubahan rezim di pulau berpenduduk 10 juta jiwa itu kian terlihat. Namun, jatuhnya Revolusi Kuba bukan sekadar peristiwa politik biasa. Selama puluhan tahun, Kuba memainkan peran unik di panggung global sebagai penantang hegemoni AS.

Dosen dari Dartmouth College menganalogikan Kuba seperti 'Eshu', sosok trickster dalam mitologi Santeria—dewa penjaga persimpangan yang nakal namun sarat makna. Dalam sejarahnya, Kuba sering menjadi 'cermin' yang memaksa dunia, terutama AS, untuk melihat kontradiksi kebijakannya sendiri. Momen legendaris terjadi pada 1960 ketika Fidel Castro diusir dari hotel mewah di New York, lalu memilih menginap di Harlem. Langkah itu menjadi sensasi media yang menyoroti isu segregasi rasial di AS, sebuah pukulan diplomatik yang cerdik.

Selain itu, program Internasionalisme Kuba menjadi penyeimbang pengaruh AS di negara berkembang. Kejatuhan Kuba diprediksi akan menjadi kehilangan besar bagi dunia, bukan hanya bagi rakyatnya sendiri, tetapi juga bagi keseimbangan geopolitik global yang selama ini diwarnai keberanian Kuba melawan status quo.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook