AUSTRALIA KEMBALI KE AFRIKA SELATAN USAI SKANDAL 2018 - Berita Dunia
← Kembali

AUSTRALIA KEMBALI KE AFRIKA SELATAN USAI SKANDAL 2018

Foto Berita

Timnas Kriket Australia akhirnya kembali menginjakkan kaki di Afrika Selatan untuk rangkaian uji coba tiga pertandingan, menjadi momen pertama bagi mereka sejak skandal pengrusakan bola atau 'Sandpapergate' pada 2018 silam. Laga pembuka akan digelar di Durban, Jumat besok, dan menariknya, isu skandal delapan tahun lalu itu diprediksi tidak akan terlalu mendominasi sorotan media lokal di sana.

Sebagai informasi, skandal memalukan itu terjadi di Cape Town pada Maret 2018, di mana upaya tim tamu menggosok bola dengan amplas untuk memicu ayunan terbalik terekam kamera. Insiden ini berujung pada hukuman berat, termasuk larangan bermain bagi kapten Steve Smith dan beberapa pemain inti lainnya, yang sempat mengguncang dunia kriket Australia.

Menariknya, fokus utama pertemuan kali ini justru tertuju pada performa kedua tim. Afrika Selatan, yang berstatus juara World Test Championship (WTC) setelah mengalahkan Australia di Lord's tahun lalu, sedang berusaha keras mengamankan posisi mereka untuk kembali ke final di siklus 2025-27. Sementara itu, Australia datang dengan misi bangkit setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Bangladesh di kandang sendiri pada Agustus lalu.

Dari sisi strategi, lapangan di Kingsmead diprediksi akan menjadi 'medan tempur' yang tidak biasa. Jika biasanya Afrika Selatan mengandalkan serangan cepat, kali ini peluang besar justru terbuka bagi lini spin mereka. Nama-nama seperti Simon Harmer dan Keshav Maharaj diharapkan bisa mereplikasi kesuksesan mereka di India tahun lalu. Di kubu Australia, cedera yang dialami Cameron Green membuka peluang bagi Cooper Connolly atau comeback inspiratif Nic Maddinson, yang baru pulih dari kanker.

Dampak bagi pecinta kriket Tanah Air, laga ini menjadi ujian mental bagi Australia. Tekanan bukan hanya datang dari tuan rumah, tapi juga kritik pedas dari legenda mereka sendiri, Matthew Hayden, yang menyebut skuad saat ini sebagai 'tumpukan pemain biasa-biasa saja'. Opener Australia, Travis Head, pun menembak balik kritik tersebut dengan menyebut para kritikus sedang 'menembak peluru' ke timnya sendiri. Pertandingan ini akan menjadi pembuktian apakah Australia bisa fokus pada permainan atau justru tertekan oleh bayang-bayang masa lalu dan kritik internal.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook