Presiden Peru Keiko Fujimori melakukan kunjungan kerja ke El Salvador untuk meninjau langsung fasilitas penjara mega yang dikenal sangat ketat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kajian pemerintahannya yang berencana membangun penjara serupa di Peru guna menekan angka pembunuhan dan pemerasan yang terus meningkat.
Dalam kunjungan tersebut, Fujimori melihat bagaimana sistem keamanan maksimum diterapkan di fasilitas yang menampung ribuan narapidana itu. Pemerintah Peru menilai model penjara El Salvador efektif menciptakan efek jera, meski kebijakan tersebut menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia internasional terkait kondisi tahanan.
Analisis singkat: Rencana ini menyoroti pergeseran pendekatan keamanan di Amerika Latin menuju model 'mano dura' (tangan besi). Bagi masyarakat Peru, ini diharapkan mampu memulihkan rasa aman, namun pengamat mengingatkan perlunya transparansi anggaran dan pengawasan HAM agar tidak terjadi pelanggaran di dalam penjara baru nanti.