Kanada baru saja mencetak sejarah sebagai negara pertama di kelompok G7 yang menyetujui produksi obat generik semaglutide. Obat ini merupakan bahan aktif utama dalam obat populer seperti Ozempic dan Wegovy yang biasa digunakan untuk menurunkan berat badan dan mengontrol diabetes tipe 2.
Kabar ini menjadi angin segar bagi jutaan pasien yang selama ini harus merogoh kocek dalam-dalam. Elizabeth Doran, seorang pensiunan berusia 69 tahun di Ottawa, Kanada, adalah salah satunya. Ia mengaku harus membayar antara 350 hingga 500 dolar Kanada (sekitar Rp4-6 juta) per bulan dari kantong pribadi karena tidak memenuhi syarat asuransi untuk obat diabetes. Untuk menutup biaya ini, ia bahkan harus mengambil pekerjaan tambahan sebagai guru pengganti.
Dengan hadirnya obat generik, harga diperkirakan turun hingga sepertiga dari harga asli. Hal ini langsung memaksa perusahaan farmasi raksasa Novo Nordisk, produsen Ozempic dan Wegovy, untuk menurunkan harga produk bermerek mereka di Kanada.
Fenomena ini tidak hanya berdampak di Kanada. Di India, yang telah menyetujui lusinan versi murah obat ini, Novo Nordisk bahkan memotong harga Ozempic dan Wegovy hingga hampir 50 persen. Sementara itu, Amerika Serikat masih menjadi 'surga mahal' bagi obat ini. Pasien tanpa asuransi di AS harus membayar lebih dari 1.000 dolar AS (Rp16 juta) per bulan. Sayangnya, obat generik diperkirakan baru bisa masuk pasar AS dalam beberapa tahun ke depan karena undang-undang paten yang ketat.
CEO Dr Reddy's, salah satu perusahaan farmasi India yang memproduksi obat generik ini, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan izin edar di lebih dari 80 negara, termasuk AS. Namun untuk saat ini, produk mereka belum bisa menembus pasar Eropa, Inggris, dan AS karena aturan paten yang berbeda.