JAKARTA - Sistem pendidikan di Israel kembali menjadi sorotan dunia internasional. Dalam laporan eksklusif yang dipublikasikan oleh Al Jazeera English, terungkap bahwa kurikulum sekolah di Israel secara sistematis menghilangkan keberadaan Palestina dari narasi sejarah dan geografi yang diajarkan kepada siswa.
Laporan tersebut menghimpun kesaksian langsung dari para siswa dan guru di Israel yang berbicara kepada jurnalis Ava Warriner. Mereka mengungkapkan bagaimana buku pelajaran dan materi ajar di sekolah-sekolah Israel tidak lagi mencantumkan Palestina sebagai entitas geografis maupun historis. Peta-peta yang digunakan di ruang kelas disebut telah dimodifikasi untuk menghapus nama-nama kota Palestina dan menggantinya dengan nama-nama pemukiman Israel.
Praktik ini tidak hanya berdampak pada siswa Yahudi Israel, tetapi juga memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap konflik yang sedang berlangsung. Para pengamat pendidikan menilai langkah ini sebagai bentuk historical erasure atau penghapusan sejarah yang bertujuan untuk melegitimasi pendudukan dan memperkuat narasi nasionalis tunggal di wilayah tersebut.
Dampak bagi masyarakat luas, khususnya publik Indonesia yang aktif mendukung perjuangan Palestina, berita ini menjadi bukti tambahan bahwa upaya delegitimasi Palestina tidak hanya terjadi secara fisik melalui pendudukan militer, tetapi juga melalui jalur kultural dan pendidikan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa solusi dua negara akan semakin sulit terwujud jika generasi penerus Israel tidak lagi mengenal eksistensi Palestina.