MISTERI HILANGNYA EVO MORALES TERKUAK! - Berita Dunia
← Kembali

MISTERI HILANGNYA EVO MORALES TERKUAK!

Foto Berita

Setelah tujuh minggu menghilang dan memicu beragam spekulasi, mantan Presiden Bolivia, Evo Morales, akhirnya kembali menampakkan diri di hadapan publik. Kemunculannya yang mengejutkan ini terjadi pada Kamis lalu di kota Chimore, wilayah Chapare, yang menjadi basis kuat pendukungnya. Langkah ini sekaligus membantah rumor bahwa ia telah melarikan diri dari negaranya, terutama setelah santernya tekanan yang diberikan Amerika Serikat terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu dekatnya.

Momen kembalinya pemimpin sosialis itu terekam dan disiarkan oleh Radio Kawsachun Coca, media serikat petani koka yang berafiliasi dengannya. Dalam rekaman itu, Morales terlihat tersenyum lebar sambil mengenakan kacamata hitam, tiba menggunakan traktor di sebuah stadion untuk menyapa para pendukungnya yang antusias.

Di hadapan massa, Morales tak hanya menegaskan dukungannya untuk calon-calon dalam pemilihan regional bulan depan, tetapi juga melontarkan tuduhan tajam. Ia menuduh Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berambisi "menyingkirkan setiap partai berhaluan kiri di Amerika Latin."

Morales, presiden pribumi pertama Bolivia yang menjabat dari 2006 hingga digulingkan pada 2019 dan kemudian mengasingkan diri, menjelaskan bahwa absennya selama ini disebabkan oleh penyakit chikungunya, penyakit bawaan nyamuk yang menyebabkan demam dan nyeri sendi parah, dan menimbulkan komplikasi serius. "Itu mengejutkan saya," katanya. Ia dengan tegas menepis isu akan melarikan diri, berjanji akan tetap di Bolivia meski ada ancaman penangkapan atas tuduhan perdagangan manusia, yang ia bantah keras. Ancaman ini datang dari pemerintahan Presiden konservatif Rodrigo Paz, yang terpilih Oktober lalu dan mengakhiri hampir dua dekade kekuasaan partai Morales.

Kembalinya Morales tentu membawa dampak signifikan bagi kancah politik Bolivia. Di satu sisi, ini berhasil menggalang kembali semangat pendukungnya menjelang pemilu regional. Namun, di sisi lain, keputusannya untuk bertahan di tengah ancaman penangkapan bisa memperkeruh stabilitas politik negara.

Pemerintahan Presiden Paz sendiri telah berupaya memulihkan hubungan diplomatik dengan Washington dan berencana mengembalikan Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA) — yang sebelumnya diusir Morales 17 tahun lalu. Langkah ini jelas mengguncang wilayah petani koka yang merupakan basis utama dukungan Morales. Sebagai catatan tambahan, bulan Desember lalu, mantan Menteri Ekonomi era Morales, Luis Arce, juga telah ditangkap atas tuduhan korupsi. Pihak berwenang menuduh Arce menyelewengkan sekitar 700 juta dolar AS dari dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk proyek pembangunan bagi masyarakat adat dan petani, memperumit lagi kancah politik Bolivia pasca-Morales.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook