Washington, DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meledak di media sosial setelah laporan media Iran mengklaim negosiasi gencatan senjata hanya menghasilkan sedikit konsesi dari pihak Teheran. Trump menyebut informasi itu sebagai 'berita palsu' dan menuding Iran sebagai pihak yang tidak terhormat.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Jumat (waktu setempat), Trump menegaskan klaim yang beredar tidak ada hubungannya dengan kesepakatan yang telah disetujui secara tertulis. 'Orang-orang yang sangat tidak terhormat untuk diajak berbisnis. Bersama mereka, tidak ada yang namanya itikad baik,' tulisnya dengan nada geram.
Kemarahan Trump dipicu oleh laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, yang menjabarkan tujuh poin utama kesepakatan. Isinya justru menunjukkan Iran hampir tidak membuat kompromi berarti. Poin krusial seperti program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz tidak tersentuh sama sekali. Iran hanya setuju untuk membahas normalisasi jalur pelayaran di selat strategis itu melalui mediasi Oman.
Menurut IRNA, kesepakatan awal ini hanya mencakup pencairan sebagian aset Iran yang dibekukan. Sementara soal pencabutan sanksi dan kompensasi perang baru akan dirundingkan di kemudian hari. Ironisnya, sehari sebelumnya Trump mengklaim kesepakatan sudah 'disetujui' dan akan ditandatangani dalam hitungan hari.
Analis menilai situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya negosiasi di tengah perang yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Ketegangan semakin terasa ketika militer AS menembak jatuh dua drone yang disebut-sebut hendak menyerang kapal di dekat Selat Hormuz, hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan jeda serangan. Trump menyebut insiden itu 'SANGAT TIDAK BISA DITERIMA'.