GAZA - Duka mendalam kembali menyelimuti Jalur Gaza. Di tengah tumpukan puing reruntuhan akibat serangan udara Israel di kawasan barat Kota Gaza, warga yang melakukan pencarian menemukan jenazah seorang bayi yang masih berada dalam kandungan ibunya. Peristiwa ini terjadi setelah serangan tersebut merenggut nyawa seorang ibu hamil, suaminya, dan putra mereka yang masih berusia lima tahun.
Tim penyelamat dan warga setempat bahu-membahu membongkar puing-puing bangunan yang hancur lebur. Mereka berharap menemukan korban selamat, namun yang mereka temukan adalah pemandangan memilukan: tubuh mungil bayi yang belum sempat lahir ke dunia itu tergeletak di antara reruntuhan. Kejadian ini menjadi simbol tragis dari tingginya harga yang harus dibayar warga sipil dalam konflik yang terus berkecamuk.
Serangan ini menambah panjang daftar korban jiwa di Gaza. Sejak eskalasi konflik terbaru, ribuan nyawa melayang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Blokade dan pembatasan akses membuat tim medis dan jurnalis kesulitan untuk menjangkau lokasi, sehingga data korban yang akurat pun sulit diverifikasi secara independen.