Pemandangan tak biasa tertangkap kamera di gelaran Piala Afrika (AFCON): seorang penggemar tim Kongo yang berdiri kaku, tanpa bergerak sedikit pun selama 90 menit penuh pertandingan. Bukan karena terhipnotis permainan, melainkan sebuah gestur mendalam yang merujuk pada sejarah kelam dan seorang pahlawan nasional. Apa makna di balik diamnya sang suporter ini?
Seorang penggemar Republik Demokratik Kongo (DRC) di Piala Afrika (AFCON) menarik perhatian dunia. Bukan karena sorak-sorai atau aksi meriahnya, melainkan karena ia berdiri tak bergerak, membisu di tribun selama pertandingan berlangsung penuh 90 menit. Aksi ini ternyata bukan sekadar kebetulan, melainkan penghormatan mendalam kepada Patrice Lumumba.
Siapa Patrice Lumumba? Beliau adalah Perdana Menteri pertama Republik Demokratik Kongo yang memimpin negara itu meraih kemerdekaan dari penjajahan. Lumumba dikenang sebagai simbol perlawanan dan perjuangan keras melawan kolonialisme, sebuah perjuangan yang sayangnya harus dibayar mahal dengan nyawanya.
Gestur diam sang penggemar Kongo ini, seperti yang diulas oleh Samantha Johnson dari Al Jazeera English, menegaskan bahwa kisah Lumumba dan perjuangan kemerdekaan DRC masih sangat relevan hingga kini. Ini adalah pengingat bahwa di balik gemuruh stadion dan semangat sepak bola, ada sejarah panjang perjuangan, kehilangan, dan harapan yang terus hidup dalam ingatan rakyat Kongo.
Melalui gestur yang penuh makna ini, sang suporter tak hanya menyuarakan kebanggaan nasional, tapi juga menarik perhatian dunia pada babak penting dalam sejarah Afrika yang sering terabaikan. Ini adalah bukti nyata bagaimana olahraga, dalam hal ini sepak bola, bisa menjadi medium untuk mengenang dan menghidupkan kembali narasi sejarah yang kuat.