Jakarta - Sebuah lelucon bernada rasis dan penuh kekerasan seksual yang menyasar warga Palestina memicu kemarahan publik di ajang Tribeca Film Festival, New York. Insiden ini terjadi saat komedian Elon Gold dan influencer Lizzy Savetsky mempromosikan film buatan Israel di festival bergengsi tersebut.
Dalam sesi promosi, keduanya melontarkan candaan yang menyebut warga Palestina mengalami kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, di penjara-penjara Israel. Candaan ini langsung menuai kecaman keras dari berbagai kalangan, terutama aktivis hak asasi manusia yang menilai lelucon tersebut sangat tidak manusiawi.
Banyak pihak mengecam tindakan ini sebagai bentuk dehumanisasi terhadap rakyat Palestina. Alih-alih menjadi ajang apresiasi seni, Tribeca Film Festival justru menjadi panggung bagi ujaran kebencian yang menormalisasi kekerasan seksual sebagai alat penindasan.
Analisis Dampak: Lelucon semacam ini berbahaya karena meruntuhkan empati publik terhadap penderitaan korban kekerasan seksual di zona konflik. Laporan dari berbagai organisasi HAM internasional, seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, telah mendokumentasikan praktik penyiksaan dan kekerasan seksual oleh otoritas Israel terhadap tahanan Palestina. Dengan menjadikan tragedi ini sebagai bahan lawakan, para pelaku justru melegitimasi pelanggaran HAM berat dan mencederai perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan. Insiden ini juga menunjukkan bagaimana industri hiburan bisa menjadi alat propaganda yang berbahaya jika tidak dikontrol dengan etika dan rasa kemanusiaan.