Pihak Kepolisian Counter Terrorism Inggris kembali menangkap seorang pria berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran, Kamis (26/9). Pria berusia 27 tahun itu ditangkap di London pusat dengan tuduhan persiapan tindak terorisme, terkait insiden keamanan di Pangkalan Udara RAF Fairford, Gloucestershire, akhir pekan lalu.
Selain itu, seorang pria WN Inggris berusia 26 tahun juga menjalani pemeriksaan intensif di bawah pengawasan polisi. Penangkapan ini menambah daftar panjang tersangka dalam kasus yang oleh pihak berwenang disebut sebagai investigasi yang "sangat kompleks".
Sebelumnya pada Minggu (22/9), lima pria berusia 20-an asal London telah ditangkap terkait dugaan pelanggaran bahan peledak dan terorisme. Kelimanya kini telah dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.
Polisi menemukan sejumlah bahan bakar bensin di kendaraan yang diparkir di dekat pangkalan, meski tidak ditemukan bahan peledak. Pangkalan RAF Fairford sendiri merupakan basis strategis yang digunakan oleh pembom Amerika Serikat untuk melancarkan serangan ke Iran sejak Maret lalu.
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyatakan ada "indikasi kuat" keterlibatan Iran dalam insiden ini. Namun, Teheran dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai pihak Inggris "salah mencari kambing hitam", sementara Kedutaan Iran di London menyebut tuduhan itu sebagai spekulasi palsu yang memicu propaganda Iranofobia.
Hingga kini, motif sebenarnya di balik insiden tersebut masih misterius. Polisi belum mengajukan dakwaan resmi dan belum ada bukti publik yang secara spesifik menghubungkan Iran dengan para tersangka, meski penyelidikan mencakup kemungkinan keterlibatan negara asing.