MISTERI SERANGAN IRAN: RS HANCUR, ATURAN PERANG DILANGGAR? - Berita Dunia
← Kembali

MISTERI SERANGAN IRAN: RS HANCUR, ATURAN PERANG DILANGGAR?

Foto Berita

Kabar mengkhawatirkan datang dari Iran, di mana sejumlah rumah sakit dan fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan udara yang ditudingkan kepada Amerika Serikat dan Israel. Pihak berwenang di Teheran sontak mendesak komunitas internasional untuk bertindak, menyebut insiden ini sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional yang mengancam nilai-nilai kemanusiaan global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (tanggal tidak disebutkan, asumsi terbaru) menegaskan bahwa kedua negara tersebut 'terus menyerang area pemukiman tanpa pandang bulu, tidak menyisakan rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, maupun monumen budaya'. Baghaei menyebut tindakan ini sebagai 'kejahatan paling keji yang menjadi perhatian internasional', dan memperingatkan bahwa 'ketidakpedulian terhadap ketidakadilan ekstrem yang sedang berlangsung ini hanya akan semakin menggelapkan masa depan kemanusiaan'.

Di sisi lain, Pir Hossein Kolivand, Kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran, juga tak tinggal diam. Dalam surat terbuka kepada Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Minggu malam, ia menuntut kecaman eksplisit terhadap serangan yang berdampak pada anak-anak, pusat pendidikan, dan fasilitas medis. Kolivand menegaskan bahwa fasilitas yang rusak tersebut 'tidak memiliki aplikasi militer' dan mendesak penerapan mekanisme pemantauan serta dukungan yang digariskan dalam Konvensi Jenewa.

Bukan sekadar klaim, sejumlah fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Di Teheran, serangan pada Minggu dilaporkan merusak beberapa pusat medis di dua area. Rekaman dari media pemerintah dan video yang beredar di media sosial, serta informasi geolokasi oleh Al Jazeera, menunjukkan kerusakan parah di sekitar Rumah Sakit Gandhi di Teheran Utara. Kepala Dewan Medis Iran, Mohammad Raeiszadeh, bahkan melaporkan departemen fertilisasi in-vitro (IVF) di RS tersebut hancur bersama peralatannya, memaksa staf untuk memindahkan sel dan embrio. Video juga menunjukkan perawat mengevakuasi bayi pada Minggu malam. Meskipun belum ada laporan 'serangan langsung' ke rumah sakit, kerusakan akibat ledakan di area sekitar terbukti sangat merugikan.

Dampak dan Analisis: Ancaman Kemanusiaan di Tengah Konflik

Peristiwa ini bukan hanya sekadar kerusakan fisik, melainkan alarm bahaya serius bagi krisis kemanusiaan yang berpotensi memburuk di Iran. Kerusakan pada rumah sakit, apalagi departemen krusial seperti IVF yang menangani kehidupan baru, berdampak langsung pada masyarakat sipil yang tidak bersalah. Mereka kini terancam kehilangan akses layanan medis vital, yang sangat dibutuhkan di tengah situasi konflik yang tegang.

Klaim Iran tentang 'serangan tanpa pandang bulu' juga memperuncing perdebatan tentang kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional. Pernyataan Presiden ICRC, Mirjana Spoljaric, di awal konflik bahwa 'aturan perang harus dijunjung sebagai kewajiban, bukan pilihan' dan bahwa 'infrastruktur sipil seperti rumah sakit, rumah, dan sekolah harus terhindar dari serangan' menjadi sangat relevan. Jika klaim Iran terbukti, ini bisa dianggap sebagai pelanggaran serius Konvensi Jenewa, yang secara tegas melindungi fasilitas medis dan warga sipil dalam konflik bersenjata.

Situasi ini tidak hanya meningkatkan penderitaan rakyat Iran, tetapi juga memicu ketegangan diplomatik dan berpotensi menyeret lebih banyak pihak ke dalam lingkaran konflik. Komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk memastikan prinsip-prinsip kemanusiaan tetap tegak, agar konflik tidak merenggut korban sipil yang tak terhitung jumlahnya dan tidak semakin memperkeruh stabilitas kawasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook