Jakarta, CNN Indonesia ā Di balik kemegahan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Claude, terdapat sebuah ekosistem bisnis yang kini sedang goyah. Perusahaan penyedia infrastruktur data center raksasa, yang dikenal sebagai neocloudāseperti CoreWeave dan Nebiusāsedang menjadi sorotan tajam. Pasalnya, saham mereka anjlok drastis dan para analis memprediksi gelombang kebangkrutan di sektor ini.
Perusahaan neocloud ini bukanlah pengembang AI, melainkan penyedia 'kandang' berisi ribuan chip canggih yang disewakan kepada raksasa teknologi seperti OpenAI, Meta, dan Anthropic. Model bisnis mereka bergantung pada utang besar untuk membeli perangkat keras mahal, dengan jaminan kontrak sewa jangka panjang dari klien-klien besar tersebut.
Namun, gelembung pembiayaan ini mulai terlihat retak. Saham CoreWeave telah kehilangan seperempat nilainya dalam sebulan terakhir, diikuti oleh pesaingnya seperti Nebius dan IREN. Analis dari Gartner bahkan memprediksi bahwa 80% perusahaan neocloud akan gulung tikar atau berhenti beroperasi mandiri pada tahun 2030 mendatang. Sementara itu, Forrester memprediksi setidaknya tiga perusahaan sejenis akan segera diakuisisi karena masalah likuiditas.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mencoba menenangkan pasar dengan menyebut sektor ini hanya komponen kecil dari ekosistem keseluruhan. Namun, kekhawatiran investor nyata. Banyak yang meragukan kesehatan finansial perusahaan-perusahaan ini, mengingat beban utang raksasa CoreWeave yang mencapai USD 35,1 miliar (sekitar Rp 550 triliun). Meski CEO CoreWeave, Mike Intrator, menilai pasar bereaksi 'irasional', para investor obligasi tetap menuntut imbal hasil yang lebih tinggi, menandakan risiko yang semakin meningkat.
Analisis Dampak: Jika prediksi kebangkrutan ini menjadi kenyataan, bukan tidak mungkin harga layanan AI akan melonjak karena berkurangnya persaingan penyedia infrastruktur. Selain itu, karena banyak perusahaan neocloud berasal dari industri penambangan kripto, runtuhnya sektor ini bisa memicu efek domino pada stabilitas pasar teknologi global secara lebih luas.