Addis Ababa - Kota Mekelle, ibu kota regional Tigray, resmi dikuasai kembali oleh pasukan federal Ethiopia bersama milisi sekutu. Pengambilalihan ini memicu kekhawatiran mendalam akan kembalinya mimpi buruk perang saudara yang sempat berakhir lewat Perjanjian Pretoria 2022 lalu.
Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) mengonfirmasi bahwa mereka telah menarik diri dari Mekelle. Pemerintahan regional disebut akan beroperasi sementara dari lokasi lain. Situasi ini menghidupkan kembali trauma warga akan perang 2020-2022 yang menewaskan ratusan ribu jiwa dan membuat jutaan orang mengungsi.
Seorang pengemudi bajaj di Shire, Berihu (32), mengaku hancur melihat kondisi ini. "Kami sudah tahu betapa mengerikannya perang sebelumnya, dan sekarang sepertinya kami harus mengalaminya lagi," ujarnya. Ketegangan sebenarnya sudah memanas sejak Juli, ketika TPLF menuduh pemerintah pusat gagal menjalankan isi perjanjian damai, terutama soal status wilayah sengketa dan pelucutan senjata.
Yang lebih mengejutkan, ledakan dilaporkan terdengar hingga ke Addis Ababa. Warga ibu kota yang sebelumnya merasa aman kini mulai panik. Seorang pemilik toko, Abel (30), mengaku awalnya merasa perang itu jauh, tapi setelah mendengar ledakan di kotanya, ia mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Situasi ini menandakan konflik yang tadinya terpusat di utara kini mulai merembet ke pusat kekuasaan.