Pasar saham Asia dan global dilanda aksi jual besar-besaran pada Jumat lalu. Pemicunya, kekhawatiran investor bahwa kemenangan Partai Demokrat di pemilu sela AS bisa memicu regulasi AI yang lebih ketat dan menghambat ekspansi pusat data. Aksi jual ini menimpa saham teknologi di seluruh dunia, termasuk di pasar Asia yang mengikuti jejak bursa Barat. Al Jazeera melaporkan langsung dari Beijing bahwa sentimen pasar sedang sangat sensitif terhadap perkembangan politik AS. Dampaknya bagi masyarakat, terutama pekerja tech dan konsumen, bisa berupa perlambatan inovasi AI dan kenaikan biaya layanan digital jika regulasi benar-benar diperketat. Investor juga diminta waspada terhadap volatilitas jangka pendek di sektor teknologi.