Hiu dusky yang akrab disapa Bukangi masih belum bisa lepas dari kanal di Kota Busan, Korea Selatan. Padahal, tim penyelamat sudah mati-matian mengeluarkannya ke laut lepas.
Upaya evakuasi pada Rabu lalu memakan waktu lebih dari delapan jam. Petugas menggunakan jaring untuk menggiring hiu sepanjang tiga meter itu menuju perairan terbuka. Ratusan penggemar yang menonton langsung dari taman sekitar kanal sempat bersorak dan melambaikan tangan, mengira Bukangi akan segera kembali ke habitat aslinya.
Namun, harapan itu pupus. Kamis pagi, Bukangi dilaporkan berbalik arah dan menerobos masuk kembali ke kanal. Ia sempat tersangkut di antara dua lapis jaring, sebelum akhirnya dibebaskan oleh petugas. Otoritas setempat kini memperkuat benteng jaring agar hiu tersebut tidak kembali lagi.
Sejak insiden itu, Bukangi terlihat berenang lebih jauh ke arah laut, tapi terus berputar-putar mendekati mulut kanal. Pemerintah setempat menyatakan operasi penyelamatan resmi berakhir Kamis sore.
Para ahli menduga, Bukangi tertarik ke kanal karena suhu air yang lebih hangat dan melimpahnya ikan. Fenomena ini disebut bisa jadi pertanda meningkatnya kunjungan hiu ke perairan Busan seiring pemanasan laut tiap tahun.
Selama sebulan terkurung, Bukangi berhasil menyedot perhatian lebih dari 1,6 juta pengunjung. Ia menjelma menjadi maskot tak resmi dan mendongkrak pariwisata Busan. Meski begitu, otoritas tetap khawatir dengan kondisi hiu tersebut. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan moncong Bukangi yang tampak berdarah. Ia juga dilaporkan tidak mau makan dan dikhawatirkan makin lemah akibat suhu air yang menurun.
Sebelum operasi Rabu, sudah ada dua upaya penyelamatan yang gagal. Insiden ini menyisakan pertanyaan besar: apakah Bukangi akan benar-benar kembali ke laut lepas, atau justru memilih bertahan di kanal yang kini menjadi rumah kontroversialnya?