LEBANON BERGOLAK: PASUKAN PBB TEWAS, ADA WNI. MENGAPA? - Berita Dunia
← Kembali

LEBANON BERGOLAK: PASUKAN PBB TEWAS, ADA WNI. MENGAPA?

Foto Berita

Tiga pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon selatan tewas dalam insiden terpisah minggu ini, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI). Kematian tragis ini terjadi di tengah memanasnya konflik dan meluasnya invasi darat Israel ke wilayah selatan Lebanon, yang memicu gelombang kekerasan dan penderitaan kemanusiaan.

Pada hari Minggu, seorang pasukan perdamaian PBB, yang kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia sebagai WNI, gugur akibat ledakan proyektil di posisi UNIFIL dekat desa Aadshit al-Qusayr. Tiga pasukan perdamaian Indonesia lainnya juga terluka dalam insiden yang disebut Jakarta sebagai 'tembakan artileri tidak langsung' tersebut.

Belum reda duka, sehari kemudian, dua pasukan perdamaian PBB kembali kehilangan nyawa. Mereka tewas saat kendaraan mereka hancur akibat ledakan misterius di dekat desa Bani Hayyan. Satu personel terluka parah dan satu lainnya juga mengalami luka-luka. UNIFIL menegaskan, tidak ada yang seharusnya tewas dalam misi perdamaian.

Rentetan insiden mematikan ini terjadi seiring dengan eskalasi konflik di Lebanon selatan. Israel memperluas operasi daratnya, dengan dalih untuk mengamankan wilayah utaranya dari serangan kelompok Hezbollah. Konflik ini sendiri memanas sejak awal Maret, setelah Hezbollah membalas 'perang AS-Israel terhadap Iran' yang dimulai akhir Februari.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan betapa parahnya dampak konflik ini: lebih dari 1.200 orang tewas dan sekitar 1,2 juta penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka. Intensifikasi konfrontasi di selatan Lebanon juga telah merenggut nyawa seorang tentara Lebanon yang bertugas di pos pemeriksaan militer yang jelas ditandai.

Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden ini, menuntut investigasi yang menyeluruh dan transparan. Jakarta juga mendesak semua pihak untuk menghormati kedaulatan Lebanon, menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, serta kembali ke jalur dialog dan diplomasi demi mencegah eskalasi lebih lanjut dan mencapai perdamaian.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook