PERANG UKRAINA TAHUN KE-5: KORBAN MENGGUNUNG, KOTA HANCUR - Berita Dunia
← Kembali

PERANG UKRAINA TAHUN KE-5: KORBAN MENGGUNUNG, KOTA HANCUR

Foto Berita

Empat tahun sudah berlalu sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, namun luka-luka konflik terbesar di Eropa pasca Perang Dunia II ini justru semakin menganga. Memasuki tahun kelimanya tanpa tanda-tanda perdamaian, laporan terbaru mengungkap betapa mengerikannya kerugian manusia dan material yang terus bertambah.

Data PBB menunjukkan lebih dari 15.000 warga sipil tewas di Ukraina sejak awal invasi, dengan lebih dari 40.600 lainnya luka-luka. Yang paling memilukan, setidaknya 763 anak-anak menjadi korban jiwa. Perlu dicatat, angka ini kemungkinan jauh lebih rendah dari kenyataan. Bahkan, tahun 2025 tercatat sebagai tahun paling mematikan bagi warga sipil Ukraina sejak 2022, dengan 2.514 kematian dan 12.142 korban luka, menandai peningkatan korban sipil hingga 31% dibanding tahun sebelumnya.

Kerugian di medan perang juga tak kalah fantastis. Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), Rusia diperkirakan kehilangan sekitar 1,2 juta personel, termasuk hingga 325.000 tentara yang tewas antara Februari 2022 hingga Desember 2025. Jumlah ini menjadi yang tertinggi untuk kekuatan besar dalam satu konflik sejak Perang Dunia II. Sementara itu, Ukraina diperkirakan menderita 500.000 hingga 600.000 korban militer, dengan sekitar 140.000 kematian. Sayangnya, kedua belah pihak tidak transparan merilis data korban jiwa secara akurat dan tepat waktu, membuat verifikasi independen sangat sulit.

Konflik ini juga memicu krisis kemanusiaan besar-besaran. Sekitar 5,3 juta warga Ukraina terpaksa mengungsi mencari perlindungan di Eropa, sementara 3,7 juta lainnya menjadi pengungsi internal di dalam negeri. Padahal, sebelum perang, populasi Ukraina mencapai lebih dari 40 juta jiwa.

Dampak fisik yang ditimbulkan tak kalah memilukan. Kota-kota seperti Bakhmut, Toretsk, dan Vovchansk kini hanya tinggal puing. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 2.800 serangan terhadap fasilitas kesehatan sejak 2022, sementara serangan Rusia pada infrastruktur energi membuat jutaan orang tanpa pemanas dan listrik. Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar seperlima wilayah Ukraina kini terkontaminasi ranjau atau amunisi yang belum meledak, menjadi ancaman jangka panjang bagi penduduk.

Bank Dunia memproyeksikan biaya rekonstruksi Ukraina bisa mencapai $588 miliar (sekitar Rp9.500 triliun) selama dekade mendatang. Angka ini mencerminkan betapa masifnya kehancuran dan tantangan besar yang menanti.

Tanpa adanya tanda-tanda resolusi yang jelas, perang di Ukraina bukan hanya tragedi kemanusiaan yang terus berlanjut, tetapi juga pengingat pahit akan harga sebuah konflik berkepanjangan yang merusak tatanan keamanan dan kemanusiaan global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook