Ribuan warga di Sydney dan Melbourne tumpah ruah ke jalan, menggelar protes besar menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog. Bentrokan tak terhindarkan antara demonstran dan polisi, diwarnai semprotan merica dan sejumlah penangkapan, saat tuntutan penghentian pendudukan Palestina bergema di Negeri Kanguru.
Aksi massa pro-Palestina ini terjadi serentak di dua kota besar Australia pada Senin waktu setempat. Di Sydney, kawasan pusat bisnis dipenuhi demonstran. Sementara di Melbourne, sekitar 5.000 orang berunjuk rasa di depan Stasiun Kereta Flinders Street, sebelum akhirnya bergerak ke State Library, menyebabkan kemacetan parah di jam-jam sibuk. Polisi terpaksa menggunakan semprotan merica dan menangkap setidaknya 15 demonstran. Beberapa jurnalis yang meliput juga terdampak insiden ini.
Meski pengadilan menolak permohonan kelompok aktivis Palestine Action Group untuk melakukan pawai dari Town Hall ke Parlemen New South Wales, protes tetap berlangsung. Bahkan, seorang wanita 20 tahun sempat ditangkap karena diduga membakar dua bendera dan merusak halte trem.
Aktivis menegaskan bahwa Herzog, yang menurut komisi penyelidikan PBB disebut bertanggung jawab atas penghasutan genosida terhadap Palestina, tidak boleh kebal dari protes. Amnesty International Australia sendiri mengecam keras sambutan resmi terhadap Herzog, menyebutnya merusak komitmen Australia terhadap akuntabilitas dan keadilan. Mereka menuntut Australia tidak tinggal diam.
Di sisi lain, Presiden Herzog mengecam keras protes tersebut, menganggapnya sebagai upaya untuk 'merongrong dan mendelegitimasi' hak Israel untuk eksis. Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sempat menyerukan agar semua pihak menjaga perilaku hormat selama kunjungan Herzog. PM Albanese juga mendampingi Herzog menemui keluarga korban penembakan massal di Pantai Bondi bulan Desember lalu, di mana Herzog meletakkan karangan bunga dan menyatakan solidaritas.
Kunjungan Herzog ke Australia yang berlangsung empat hari ini sekaligus menyoroti meningkatnya polarisasi global terkait konflik Israel-Palestina, bahkan di negara-negara Barat. Ketegangan sosial dan politik di Australia menjadi tak terhindarkan, diperparah dengan penerapan undang-undang baru manajemen protes oleh otoritas New South Wales yang baru saja diperluas kekuasaannya, dan telah ditolak gugatannya oleh Mahkamah Agung negara bagian. Ini menunjukkan bahwa isu Timur Tengah semakin meresap dan memicu reaksi di berbagai belahan dunia.