Badai skandal Jeffrey Epstein kembali mengguncang pemerintahan Inggris, kali ini menerpa Perdana Menteri Keir Starmer. Dua pejabat kuncinya, Tim Allan selaku Kepala Komunikasi dan Morgan McSweeney yang menjabat Kepala Staf, mendadak memutuskan mundur dalam waktu berdekatan. Pengunduran diri ini sontak menambah tekanan hebat bagi PM Starmer yang sedang dihujani kritik.
Tim Allan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin, menyusul langkah Kepala Stafnya, Morgan McSweeney, sehari sebelumnya. Keduanya menyatakan ingin memberi ruang bagi pembentukan tim baru di kantor Perdana Menteri, Downing Street.
Pemicu utama gejolak ini adalah kontroversi seputar Peter Mandelson. Mantan politikus senior Partai Buruh ini sebelumnya dipecat Starmer pada September tahun lalu dari jabatan duta besar untuk Amerika Serikat, setelah terungkap hubungannya dengan Jeffrey Epstein, seorang terpidana kasus seks anak yang meninggal di penjara. Lebih lanjut, minggu lalu Mandelson juga resmi mengundurkan diri dari Partai Buruh dan Majelis Tinggi Parlemen Inggris atau House of Lords, setelah namanya muncul dalam berkas investigasi Epstein yang dirilis Departemen Kehakihan AS.
PM Starmer sendiri menuai kecaman karena sempat menunjuk Mandelson sebagai duta besar AS, meskipun ia dikabarkan mengetahui adanya kaitan Mandelson dengan Epstein pasca-kasus pelecehan seksual anak yang menjerat sang miliarder. Meski begitu, Perdana Menteri menegaskan pentingnya untuk "melangkah maju" dan membuktikan bahwa politik bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan. Juru bicaranya juga menegaskan bahwa Starmer tidak memiliki rencana untuk mundur dari jabatannya, dan akan terus fokus pada tugasnya membawa perubahan bagi negara.
Namun, gelombang pengunduran diri pejabat teras di Downing Street ini bukan sekadar rotasi biasa. Ini mengindikasikan krisis internal yang serius dan berpotensi besar menggoyahkan stabilitas pemerintahan Starmer, terutama mengingat sensitivitas skandal Epstein yang terus membayangi. Kementerian Luar Negeri Inggris kini meninjau uang pesangon yang diterima Mandelson setelah dipecat, menambah lapis kompleksitas pada situasi politik yang memanas ini. Masyarakat tentu menanti bagaimana PM Starmer akan meredakan badai kritik dan memulihkan kepercayaan publik di tengah prahara ini.