Sedikitnya 26 orang tewas dalam serangan udara Rusia yang menghantam sebuah sekolah yang difungsikan sebagai pusat bantuan kemanusiaan di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa serangan terjadi dalam dua gelombang: serangan awal, kemudian serangan kedua menyasar bangunan tempat warga berlindung.
Pola serangan ganda ini menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan korban lebih banyak, termasuk di kalangan petugas penyelamat yang datang menolong korban pertama. Insiden ini menambah panjang daftar serangan terhadap fasilitas sipil di Ukraina yang menuai kecaman dari komunitas internasional. Serangan terhadap pusat bantuan kemanusiaan berisiko memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut, terutama karena akses warga terhadap bantuan pangan, obat-obatan, dan tempat berlindung menjadi semakin terbatas. Organisasi internasional menyerukan penyelidikan independen atas insiden ini, sementara warga setempat menghadapi ancaman keamanan yang makin nyata dalam kehidupan sehari-hari.