Nama SpaceX sudah tak asing lagi. Perusahaan eksplorasi luar angkasa besutan Elon Musk ini dikabarkan mulai mengambil ancang-ancang untuk menjual sahamnya ke publik untuk pertama kalinya. Langkah ini berpotensi mencetak sejarah sebagai Penawaran Saham Perdana (IPO) terbesar di era modern, sekaligus membuka jalan bagi pendirinya, Elon Musk, untuk menjadi triliuner pertama di dunia.
Berdasarkan laporan terkini, SpaceX secara diam-diam telah mengajukan dokumen IPO, dan penjualan saham ini bisa terjadi secepatnya pada Juni atau Juli mendatang, dengan target meraup dana hingga 75 miliar dolar AS. Valuasi SpaceX sendiri diprediksi bisa meroket hingga hampir 1,5 triliun dolar AS, hampir dua kali lipat dari valuasi Desember lalu, menjadikannya perusahaan swasta paling bernilai di dunia saat ini, terutama setelah merger dengan perusahaan AI xAI milik Musk. Angka 75 miliar dolar AS yang dibidik dari IPO ini bahkan jauh melampaui rekor IPO terbesar sebelumnya milik raksasa minyak Saudi Aramco pada 2019 yang mencapai 25,6 miliar dolar AS. Tak heran jika investor sudah mengantre untuk bisa memiliki sebagian dari 'potensi luar angkasa' ini.
Ketertarikan investor terhadap bisnis luar angkasa dan satelit SpaceX memang sudah berlangsung bertahun-tahun. Perusahaan ini telah mencatat sukses besar di berbagai bidang, termasuk komunikasi satelit. Starlink, anak perusahaan SpaceX, kini menjadi perusahaan komunikasi satelit terbesar di dunia. Musk juga dikenal dengan visi ambisiusnya, seperti membangun pangkalan di bulan dan mengirim manusia ke Mars. Meski tak semua target ambisius, seperti misi tanpa awak ke Mars pada 2026 (yang diakui Musk punya peluang 50-50), berjalan mulus sesuai jadwal, fundamental bisnis SpaceX tetap kuat.
Meski Elon Musk sendiri kerap menuai kontroversi dan memiliki profil publik yang memecah belah, terutama karena kedekatannya dengan tokoh-tokoh sayap kanan, para ahli keuangan tetap yakin IPO SpaceX akan disambut antusias. 'Meskipun wajar jika investor khawatir dengan Musk yang memimpin banyak perusahaan besar sekaligus, SpaceX tampak berbeda,' kata Kat Liu, Wakil Presiden di IPOX. Ia menambahkan, 'Bisnisnya matang secara operasional, unggul secara teknologi di beberapa area kunci, dan sudah menguntungkan, yang memberikan pondasi fundamental yang kokoh.' Ini menunjukkan bahwa meskipun ada 'faktor Musk', kekuatan bisnis inti SpaceX adalah daya tarik utamanya.
Bagi masyarakat umum dan investor, IPO SpaceX ini bukan sekadar penjualan saham biasa. Ini adalah kesempatan langka untuk berinvestasi dalam perusahaan yang secara harfiah 'menjelajah batas'. Potensi untuk ikut menjadi bagian dari masa depan eksplorasi luar angkasa, pengembangan teknologi satelit yang semakin canggih, hingga mimpi kolonisasi antariksa, adalah daya tarik yang sulit ditolak. Kehadiran SpaceX di pasar saham juga akan mendorong inovasi lebih lanjut di sektor luar angkasa dan membuka peluang baru bagi industri terkait.