JUARA PIALA ASIA WANITA: HADIAH MINIM, PELATIH DIGANTI! - Berita Dunia
← Kembali

JUARA PIALA ASIA WANITA: HADIAH MINIM, PELATIH DIGANTI!

Foto Berita

Dunia sepak bola wanita Asia tengah bergejolak. Timnas Jepang dan Australia, finalis Piala Asia Wanita yang baru saja usai, kompak menuntut kesetaraan hadiah uang tunai dengan turnamen pria. Mereka melayangkan kritik tajam kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), menuduh badan tertinggi sepak bola di benua itu mengabaikan permintaan sebelumnya.

Bagaimana tidak, total hadiah untuk Piala Asia Wanita dilaporkan hanya 1,8 juta dolar AS, angka yang sama sejak 2022. Bandingkan dengan turnamen pria yang setara, hadiahnya bisa mencapai 14,8 juta dolar AS. Padahal, Piala Asia Wanita yang berlangsung di Sydney berhasil mencetak rekor penonton, dengan lebih dari 74.000 pasang mata menyaksikan final dan total 350.000 penggemar hadir sepanjang turnamen. Federasi Pesepak Bola Profesional Sedunia (FIFPRO) bahkan memperkirakan turnamen ini punya potensi pendapatan hingga 82,4 juta dolar AS.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis FIFPRO, tim Jepang dan Australia menegaskan, "Meskipun sukses, turnamen ini tetap yang paling rendah bayarannya di dunia untuk tingkat kontinental. Ketidaksetaraan antara sepak bola pria dan wanita masih sangat nyata." Mereka mendesak AFC untuk berdialog membahas hadiah yang adil, jaminan bagian untuk semua pemain, dan pengembangan warisan jangka panjang.

Tuntutan ini bukan hanya soal uang. Pernyataan tersebut juga menyoroti berbagai tantangan lain yang dihadapi pemain wanita, mulai dari nasib tim Iran yang mencari suaka, keluhan tim India soal perlengkapan yang tidak pas, hingga ancaman boikot tim Korea Selatan akibat perlakuan buruk dari federasi mereka. Ini adalah cerminan masalah sistemik yang membutuhkan perhatian serius.

Langkah ini sejalan dengan janji FIFA yang berkomitmen untuk menyamakan hadiah uang tunai di Piala Dunia Wanita 2027. Pertarungan untuk kesetaraan dan rasa hormat bagi pemain wanita di seluruh Asia pun dipastikan akan terus berlanjut.

Di sisi lain, kehebohan tak berhenti di situ. Hanya 12 hari setelah membawa Jepang menjuarai Piala Asia Wanita, pelatih Nils Nielsen tiba-tiba dipecat. Para petinggi sepak bola Jepang menuduhnya "lalai" dan "kurang bersemangat", sebuah keputusan mengejutkan mengingat prestasinya yang baru saja diraih.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook