AS SITA TANKER, TAPI TRUMP KLAIM TERIMA MINYAK VENEZUELA - Berita Dunia
← Kembali

AS SITA TANKER, TAPI TRUMP KLAIM TERIMA MINYAK VENEZUELA

Foto Berita

Di tengah klaim Presiden AS Donald Trump soal penerimaan 'lebih dari 80 juta barel minyak' dari Venezuela sebagai 'teman dan partner baru', Pentagon justru mengumumkan penyitaan kapal tanker minyak ketiga di Samudra Hindia. Kapal ini diduga kuat membawa minyak mentah dari Venezuela dan berusaha menghindari sanksi ketat AS, memicu pertanyaan besar soal arah kebijakan Washington terhadap Caracas.

Militer AS menyebut mereka 'menangkap' tanker ketiga ini, beberapa minggu setelah kapal tersebut dilaporkan meninggalkan perairan Venezuela. Ini terjadi hanya beberapa jam setelah pidato kenegaraan Trump di Washington, DC, yang membanggakan peningkatan produksi minyak Amerika dan janjinya untuk terus 'mengebor' minyak.

Tanker yang terakhir disita, diidentifikasi sebagai 'Bertha', dilaporkan membawa 1,9 juta barel minyak mentah jenis Merey 16, yang merupakan salah satu varian minyak Venezuela. Menurut situs pemantau tanker, Bertha adalah satu dari 16 tanker yang mencoba kabur dari pesisir Venezuela setelah insiden pada 3 Januari lalu, yang diwarnai dugaan penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS. Untuk mengelabui sanksi, kapal ini bahkan sempat menggunakan bendera palsu dari Pulau Curacao dan dikelola oleh perusahaan asal Tiongkok, setelah sebelumnya terdaftar di Cook Islands dan dikenai sanksi terkait Iran.

Aksi penyitaan ini menambah daftar panjang ketegangan antara AS dan Venezuela. Pemerintahan Trump memang terang-terangan berjanji akan membuka industri minyak Venezuela bagi perusahaan-perusahaan AS seperti Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips, yang sempat dijamu Trump di Gedung Putih untuk membahas minyak Amerika Selatan.

Langkah keras AS terhadap Venezuela dan perluasan ekstraksi minyak di dalam serta luar negeri, termasuk di Arctic National Wildlife Refuge Alaska, terjadi di saat banyak negara kepulauan Karibia justru menyerukan transisi menuju energi terbarukan karena menghadapi tantangan perubahan iklim.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook