PASCA PEMIMPIN TERTINGGI, TIGA TOKOH INI KENDALIKAN IRAN - Berita Dunia
← Kembali

PASCA PEMIMPIN TERTINGGI, TIGA TOKOH INI KENDALIKAN IRAN

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari Iran! Setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan yang disebut Teheran sebagai ulah Israel dan Amerika Serikat, Iran bergerak cepat membentuk dewan kepemimpinan sementara beranggotakan tiga orang. Langkah ini diambil untuk mengisi kekosongan puncak kekuasaan di tengah panasnya tensi regional dan ancaman pembalasan dari Iran.

Dewan darurat ini akan memimpin pemerintahan dan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi sampai pengganti permanen terpilih. Sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran, tiga tokoh yang kini memegang kendali adalah Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan anggota Dewan Garda Ayatollah Alireza Arafi. Ketiganya memiliki latar belakang dan pandangan politik yang beragam, mencerminkan kompleksitas dinamika internal Iran.

Ayatollah Alireza Arafi, yang juga wakil ketua Majelis Pakar – badan yang memilih Pemimpin Tertinggi – serta kepala sistem seminari Qom, dikenal sebagai sosok religius berpengaruh yang ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi sebelumnya. Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian adalah seorang politikus reformis dan ahli bedah jantung yang baru terpilih pada 2024. Ia dikenal dengan platformnya yang pro-stabilisasi ekonomi dan keterlibatan konstruktif di kancah internasional, meskipun tetap setia pada kerangka konstitusi Islam. Lalu ada Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, Ketua Mahkamah Agung dan mantan menteri intelijen, yang dikenal sebagai figur garis keras dan dekat dengan sayap konservatif pemerintah.

Pembentukan dewan ini menunjukkan respons cepat Iran untuk menjaga stabilitas internal setelah kehilangan pemimpin yang berkuasa hampir empat dekade. Namun, komposisi dewan yang menggabungkan elemen reformis dan konservatif juga bisa menjadi sinyal adanya upaya menjaga keseimbangan politik di tengah krisis. Di sisi lain, pembunuhan Khamenei dan sumpah balas dendam Teheran telah memicu serangkaian serangan balasan terhadap aset Israel dan AS di berbagai negara Teluk. Ini semakin memperkeruh situasi di Timur Tengah, terutama mengingat keinginan Presiden AS Donald Trump untuk melihat perubahan dalam pemerintahan Iran. Dunia kini menanti bagaimana dewan sementara ini akan menavigasi Iran di tengah badai geopolitik dan proses pemilihan Pemimpin Tertinggi berikutnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook