UKRAINA BEKU TANPA LISTRIK: KIEV KEPAYAHAN DI TENGAH BADAI - Berita Dunia
← Kembali

UKRAINA BEKU TANPA LISTRIK: KIEV KEPAYAHAN DI TENGAH BADAI

Foto Berita

KIEV, UKRAINA – Kondisi di Ukraina kian memprihatinkan. Di tengah suhu yang anjlok hingga minus 19 derajat Celcius, ribuan rumah di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Kiev, terpaksa gelap gulita dan tanpa pemanas. Presiden Volodymyr Zelenskyy bahkan mengumumkan status darurat untuk sektor energi Ukraina, menyusul serangkaian serangan rudal Rusia yang tanpa henti menargetkan infrastruktur penting negara itu. Situasi ini bukan hanya mengancam kenyamanan, tapi juga keselamatan warga di tengah musim dingin yang menusuk tulang.

Serangan-serangan Rusia memang berulang kali menyasar fasilitas energi, membuat pasokan listrik dan pemanas jadi taruhan. Presiden Zelenskyy lewat unggahannya di X (sebelumnya Twitter) pada Rabu malam menyatakan, "Dampak serangan Rusia dan cuaca yang memburuk sangat parah." Ia menambahkan bahwa tim perbaikan, perusahaan energi, layanan kota, dan Dinas Darurat Negara Ukraina terus bekerja siang malam untuk memulihkan listrik dan pemanas.

Di Kiev sendiri, 471 gedung apartemen masih tanpa pemanas pada Rabu lalu, hampir seminggu setelah serangan besar-besaran Rusia yang menyebabkan ribuan apartemen kehilangan listrik, pemanas, dan air. Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, bahkan sempat mendesak warga untuk meninggalkan kota, karena "separuh gedung apartemen di Kiev – hampir 6.000 – saat ini tanpa pemanas akibat serangan masif musuh terhadap infrastruktur vital ibu kota."

Untuk mengatasi situasi genting ini, Zelenskyy juga meminta pemerintahannya meninjau ulang pembatasan jam malam selama "cuaca yang sangat dingin ini" dan mengupayakan peningkatan impor listrik demi meringankan beban.

Namun, target serangan pada pasokan energi tidak hanya terjadi di wilayah Ukraina. Konflik ini telah meluas hingga ke luar perbatasan kedua negara, termasuk insiden penyerangan tanker minyak di Laut Hitam. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah tanker minyak diserang drone di Laut Hitam, menimbulkan kekhawatiran dari negara-negara tetangga seperti Turki dan Kazakhstan.

Pada Selasa lalu, dua tanker minyak yang disewa oleh raksasa minyak AS, Chevron, diserang drone di Laut Hitam. Kapal-kapal tersebut sedang berlayar menuju terminal di pesisir Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu menuding Ukraina sebagai dalang serangan tersebut, meskipun Kiev belum memberikan komentar publik. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kazakhstan menyatakan tiga tanker minyak terkena serangan dan sedang menuju terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC), tempat berakhirnya jalur pipa minyak dari negara Asia Tengah tersebut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook