Armada Pasifik Rusia baru saja menggelar unjuk kekuatan dengan meluncurkan rudal jelajah dari kapal selam bertenaga nuklir. Dalam latihan tersebut, rudal berhasil menghancurkan target yang berjarak 1.200 kilometer. Aksi ini menjadi sinyal tegas Moskow di tengah memanasnya hubungan dengan Jepang, yang sebelumnya sempat memprotes latihan militer Rusia di dekat Kepulauan Kuril pada Agustus lalu.
Dari sudut pandang pertahanan, uji coba ini bukan sekadar rutinitas. Kapal selam nuklir yang mampu menembak dari jarak jauh tanpa terdeteksi merupakan bagian dari strategi 'deterrence' atau efek jera. Bagi masyarakat umum, ketegangan di kawasan Pasifik ini bisa berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan regional, mengingat jalur pelayaran internasional di sekitar wilayah tersebut sangat vital bagi perdagangan global.