ISRAEL PAMER ALUTSISTA DI PAMERAN MAROKO - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL PAMER ALUTSISTA DI PAMERAN MAROKO

Foto Berita

Marrakesh, Maroko — Israel untuk pertama kalinya membuka paviliun nasional di pameran kedirgantaraan Marrakech Air Show 2026. Langkah ini menandai keikutsertaan resmi pertama Israel dalam pameran pertahanan di Maroko sejak kedua negara menandatangani Abraham Accords pada 2020.

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan delapan perusahaan pertahanan mereka memamerkan teknologi tempur canggih yang sudah teruji di medan perang. Tiga raksasa industri pertahanan Israel — Elbit Systems, IAI, dan Rafael — turut serta menampilkan solusi di domain udara, darat, laut, antariksa, intelijen, siber, dan digital.

Pameran yang berlangsung 7–10 Oktober ini digelar setiap dua tahun di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Maroko, Marrakesh, dan menjadi ajang bagi industri aeronautika sipil maupun militer untuk memamerkan produk terbaru mereka.

Keikutsertaan ini menjadi sinyal terbaru menguatnya hubungan antara negara Arab di Afrika Utara tersebut dengan Israel. Bulan lalu, kedua negara sepakat meningkatkan hubungan diplomatik dengan menaikkan status misi masing-masing menjadi kedutaan besar dan menunjuk duta besar. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan menteri luar negeri kedua negara yang difasilitasi Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Keduanya juga menyepakati perluasan penerbangan, termasuk mengaktifkan kembali penerbangan langsung yang dioperasikan maskapai kedua negara, serta mengonfirmasi rencana kunjungan bilateral tingkat tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, Maroko menjadi salah satu dari lima negara yang berkomitmen mengirim pasukan ke Gaza di bawah International Stabilization Force (ISF), bagian dari inisiatif "Board of Peace" yang digagas Presiden AS Donald Trump.

Dampak bagi masyarakat: Normalisasi hubungan Israel–Maroko berpotensi mempercepat transfer teknologi pertahanan dan memperluas kerja sama ekonomi kedua negara. Namun, langkah ini juga menuai kritik dari kalangan yang menilai normalisasi mengabaikan isu Palestina. Bagi publik Indonesia, perkembangan ini menjadi cerminan dinamika geopolitik Timur Tengah yang terus bergeser pasca-Abraham Accords, di mana solidaritas negara Arab terhadap Palestina semakin terfragmentasi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook