Afrika Selatan berhasil membalikkan keadaan dan menghancurkan Australia dengan kemenangan innings dan 31 run pada sesi terakhir Tes Kedua di St George's Park, Gqeberha, Kamis. Kemenangan ini menyamakan kedudukan seri tiga pertandingan menjadi 1-1, sekaligus memenangkan perlombaan melawan cuaca buruk yang mengancam.
Tim tuan rumah, melalui trio pace bowler Wiaan Mulder, Kagiso Rabada, dan Marco Jansen, berhasil meruntuhkan pertahanan Australia di akhir pertandingan. Mulder menjadi kunci dengan mengeluarkan Travis Head (121) dan Scott Boland (40), sebelum Rabada dan Jansen menyelesaikan sisanya.
Pertandingan ini sempat tampak mustahil untuk menghasilkan hasil ketika dua hari pertama terguyur hujan. Afrika Selatan yang tertinggal 110-6 di pagi hari ketiga bangkit melalui innings gemilang kapten Temba Bavuma dengan 179 run. Mereka kemudian mendeklarasikan innings di 425-9 dan membungkam Australia dengan hanya 99 run di innings pertama.
Meski Travis Head mencetak abad ke-13 dalam Tes, perlawanan Australia akhirnya patah. Kapten Pat Cummins mengakui timnya jauh dari performa terbaik, sementara Bavuma memuji kerja keras timnya dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
Analisis Dampak: Kemenangan dramatis ini tidak hanya menyamakan kedudukan seri, tetapi juga menunjukkan mentalitas juara Afrika Selatan yang mampu bangkit dari tekanan. Bagi masyarakat penggemar kriket, ini menjadi tontonan thriller yang membuktikan bahwa pertandingan Tes lima hari masih menyimpan drama tak terduga. Pertandingan penentuan di Tes Ketiga diprediksi akan berlangsung sengit, terutama dengan momentum yang kini berada di pihak tuan rumah.