ALPHABET CAIRKAN SAHAM RP1.300 TRILIUN DEMI AI - Berita Dunia
← Kembali

ALPHABET CAIRKAN SAHAM RP1.300 TRILIUN DEMI AI

Foto Berita

Jakarta - Alphabet, perusahaan induk Google, mengumumkan rencana untuk menjual saham senilai 80 miliar dolar AS (sekitar Rp1.300 triliun) demi mendanai pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mereka. Langkah ini diambil untuk menjawab apa yang mereka sebut sebagai 'permintaan pelanggan yang belum pernah terjadi sebelumnya'.

Dalam pengumuman pada hari Senin, Alphabet mengungkapkan bahwa pendanaan besar-besaran ini termasuk kesepakatan untuk menjual 10 miliar dolar AS saham kepada Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik legenda investor Warren Buffett. Sisanya, 70 miliar dolar, akan diperoleh dari penawaran terjamin (underwritten offerings) senilai 30 miliar dolar dan penjualan bertahap di pasar terbuka senilai 40 miliar dolar.

'Perusahaan mengalami permintaan yang kuat untuk solusi dan layanan AI dari perusahaan dan konsumen, pada tingkat yang melebihi pasokan yang tersedia,' kata Alphabet dalam pernyataannya. 'Dengan meningkatkan investasi, perusahaan berupaya memperluas infrastruktur fundamentalnya untuk mendukung peluang pertumbuhan besar di depan.'

Menariknya, saham Alphabet yang bernilai pasar lebih dari 4,5 triliun dolar AS ini justru turun 1 persen dalam perdagangan setelah pengumuman. Namun, analis melihat ini sebagai strategi jangka panjang yang berani.

Alphabet bukan satu-satunya raksasa teknologi yang 'gila' investasi AI. Microsoft, Amazon, dan Meta juga diperkirakan akan menghabiskan total sekitar 800 miliar dolar AS untuk investasi AI pada tahun 2026, menurut analisis Goldman Sachs. Troy Hooper dari Mergermarket menilai langkah Alphabet ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan menjadi pemimpin di era AI.

'Bagi perusahaan hyperscaler, kapasitas komputasi adalah pendorong langsung pendapatan masa depan,' ujar Hooper. 'Dengan menggunakan ekuitas, Alphabet mendatangkan modal permanen daripada membebani neraca yang sudah menyerap belanja modal rekor.'

Hooper menambahkan bahwa raksasa teknologi AS kini memandang kekurangan investasi di AI sebagai 'risiko eksistensial', sementara kelebihan investasi hanya dianggap 'sekadar mahal'. Logikanya sederhana: under-investasi adalah risiko eksistensial; over-investasi hanya mahal. Pemenang era AI tidak hanya ditentukan oleh algoritma, tetapi oleh siapa yang memiliki platform komputasi terbesar dan paling efisien.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook