Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran. Hal ini disampaikannya di tengah alotnya negosiasi terkait program nuklir Teheran yang tak kunjung menemui titik terang. Trump bahkan terang-terangan memberikan tenggat waktu sekitar 10 hingga 15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, sebuah pernyataan yang kian memanaskan tensi geopolitik di Timur Tengah.
Pernyataan dari Gedung Putih ini bukan hanya sekadar gertakan biasa. Ini bisa jadi sinyal serius akan potensi eskalasi konflik di kawasan yang memang sudah rentan. Ultimatum singkat ini menempatkan Iran di persimpangan jalan: menyepakati tuntutan AS atau menghadapi risiko tindakan militer. Jika kebuntuan diplomasi terus berlanjut dan Teheran gagal memenuhi deadline yang diberikan, bukan tidak mungkin ketegangan ini akan berujung pada aksi militer. Dampaknya bisa meluas, tidak hanya memicu destabilisasi kawasan, tetapi juga berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak global dan mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia secara keseluruhan.