Krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung berbulan-bulan di Indonesia telah mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat secara luas. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan yang memburuk, tetapi juga memaksa sekolah-sekolah tutup dan membuat pelaku usaha di berbagai sektor kesulitan menjalankan aktivitas. Al Jazeera melaporkan bahwa empat profesi berbeda merasakan langsung dampak krisis ini terhadap mata pencaharian mereka. Masyarakat di wilayah terdampak harus beradaptasi dengan udara beracun, sementara aktivitas ekonomi dan pendidikan lumpuh sementara. Informasi dari media lain menunjukkan bahwa kualitas udara di beberapa daerah mencapai level berbahaya, dengan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) yang masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya. Pemerintah diminta segera mengambil tindakan konkret, termasuk penegakan hukum terhadap pembakaran lahan dan upaya pemadaman yang lebih masif, agar dampak jangka panjang bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat dapat ditekan.