GEMPURAN AS DI SELAT HORMUZ, TIGA NELAYAN INDIA TEWAS - Berita Dunia
← Kembali

GEMPURAN AS DI SELAT HORMUZ, TIGA NELAYAN INDIA TEWAS

Foto Berita

Militer Amerika Serikat (AS) kembali menghantam tiga kapal komersial di Selat Hormuz pekan ini. Insiden ini menewaskan tiga warga negara India yang menjadi awak kapal. Pemerintah India langsung bereaksi keras dengan memanggil diplomat senior AS di New Delhi untuk meminta klarifikasi.

Dilansir dari laporan yang beredar, serangan pertama terjadi pada Palau-flagged ship di lepas pantai Oman. Kapal tersebut dihantam rudal dari jet tempur F-18 Super Hornet milik AS yang diterbangkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln. Akibatnya, 24 awak kapal asal India sempat terdampar sebelum akhirnya dievakuasi oleh militer Oman.

Keesokan harinya, AS kembali menyerang kapal lain, Settebello, yang juga berbendera Palau. Tiga pelaut India tewas dalam insiden ini. Militer AS beralasan bahwa kapal-kapal tersebut melanggar blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran. Belum lama ini, sebuah kapal ketiga bernama MT Jalveer juga dilaporkan menjadi sasaran, dengan 20 awak India di dalamnya.

Ketegangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi antara Presiden AS Donald Trump dan pejabat Iran yang optimis bisa memperpanjang gencatan senjata. Namun, bagi ribuan pelaut yang terjebak di Selat Hormuz, situasi ini masih mencekam. Konflik ini juga memperburuk hubungan Washington-New Delhi, yang saat ini berada di titik terendah. Pertemuan antara Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi di KTT G7 di Perancis pekan depan diprediksi akan membahas insiden ini.

Analisis: Serangan ini tidak hanya memicu krisis kemanusiaan bagi para pelaut, tetapi juga mengancam stabilitas jalur pelayaran global. Selat Hormuz adalah titik vital pengiriman minyak dunia. Jika blokade AS terus berlanjut, risiko eskalasi perang regional dan lonjakan harga energi global semakin nyata. Bagi India, insiden ini menjadi ujian diplomasi, di mana mereka harus menjaga hubungan dengan AS tanpa mengorbankan kepentingan warganya di zona konflik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook