Teheran, Iran – Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Langkah ini langsung dibarengi dengan ancaman baru yang lebih luas: Negeri Para Mullah siap 'menghancurkan' infrastruktur regional jika AS terus melanjutkan serangan skala besar terhadap Iran.
Pernyataan keras ini disampaikan langsung oleh pejabat tinggi militer Iran. Mereka menegaskan tidak akan membiarkan AS 'mencampuri' urusan di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Ancaman ini secara langsung meningkatkan tensi di kawasan Teluk Persia yang sudah panas.
Analisis Dampak: Ancaman ini bukan sekadar gertak sambal. Jika Iran benar-benar menyerang infrastruktur regional, seperti pelabuhan atau jalur pipa minyak negara tetangga, harga minyak global bisa meroket dalam hitungan jam. Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, pasti akan merasakan dampaknya melalui kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok. Situasi ini mengingatkan kita pada krisis minyak 1973, di mana ketegangan di Timur Tengah langsung membuat ekonomi dunia limbung.