TRUMP SANJUNG PRESIDEN VENEZUELA BARU: MADURO KEMANA? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP SANJUNG PRESIDEN VENEZUELA BARU: MADURO KEMANA?

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bikin geger dengan melontarkan pujian setinggi langit kepada Delcy Rodriguez, yang kini menjabat Presiden sementara Venezuela. Pujian ini muncul tak lama setelah AS menahan Presiden sah Venezuela, Nicolas Maduro, dalam sebuah operasi militer.

Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden, mengungkapkan bahwa ia baru saja menyelesaikan percakapan telepon yang panjang, produktif, dan sopan dengan Trump. Keduanya membahas agenda bilateral yang diharapkan bisa menguntungkan kedua negara. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump sendiri mengkonfirmasi bahwa mereka membicarakan soal minyak, mineral, perdagangan, dan keamanan nasional. Ia bahkan menyebut "kemitraan" antara AS dan Venezuela ini akan "spektakuler."

"Saya rasa kami semakin akrab dengan Venezuela," ujar Trump di Gedung Putih usai telepon tersebut, sembari melabeli Rodriguez sebagai "orang yang luar biasa." Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, juga dikabarkan telah berkomunikasi dengan Rodriguez.

Pujian Trump ini jelas menjadi sorotan, mengingat Presiden Maduro dan istrinya, Ibu Negara Cilia Flores, diculik oleh militer AS dalam serangan di ibu kota Venezuela, Caracas, pada 3 Januari lalu. Kini, Maduro dan istrinya dikabarkan ditahan di penjara AS.

Minggu lalu, Trump sempat menyatakan bahwa gelombang serangan kedua AS ke Venezuela dibatalkan setelah Caracas menunjukkan "kooperasi," termasuk dengan membebaskan sejumlah besar tahanan. Ini disebut Trump sebagai tanda "mencari perdamaian" dengan Washington.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak penahanan Maduro, Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela sedang memasuki "momen politik baru" dan proses pembebasan tahanan "belum berakhir." "Kesempatan ini adalah bagi Venezuela dan rakyat Venezuela untuk dapat melihat momen baru di mana koeksistensi, hidup berdampingan, dan pengakuan terhadap sesama memungkinkan pembangunan spiritualitas baru," kata Rodriguez. Ia didampingi oleh saudaranya, Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez, dan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello. Rodriguez juga berjanji akan menegakkan hukum secara "ketat" dan menyebut Maduro sudah menginisiasi pembebasan tahanan sebelumnya. "Pesan kebencian, intoleransi, tindakan kekerasan tidak akan diizinkan," tambahnya.

Janji untuk terus membebaskan tahanan ini menyusul pengumuman Jorge Rodriguez di parlemen pada Selasa bahwa lebih dari 400 tahanan telah dibebaskan baru-baru ini. Meskipun pemerintah Venezuela menyangkal menahan tahanan politik, pembebasan individu yang ditahan karena alasan politik di Venezuela telah lama menjadi tuntutan kelompok hak asasi, badan internasional, dan tokoh oposisi. Namun, beberapa kelompok HAM mengkritik lambatnya pembebasan tahanan oleh kepemimpinan pasca-Maduro ini.

Sebagai informasi, Trump juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, pada Kamis.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook