PERANG TERBUKA DI PERBATASAN: BAGRAM DISERANG, 55 TEWAS! - Berita Dunia
← Kembali

PERANG TERBUKA DI PERBATASAN: BAGRAM DISERANG, 55 TEWAS!

Foto Berita

Ketegangan di perbatasan Afghanistan dan Pakistan memuncak menjadi konflik bersenjata yang kini memasuki hari keempat. Kabar terbaru dari Kabul menyebut pasukan Taliban berhasil menggagalkan upaya serangan udara Pakistan ke Pangkalan Udara Bagram, bekas markas militer AS di utara ibu kota, Minggu pagi. Mereka juga mengklaim menembaki jet-jet tempur Pakistan yang melanggar wilayah udara Afghanistan menggunakan sistem pertahanan rudal dan antipesawat.

Di sisi lain, Pakistan belum merespons klaim tersebut. Namun, Islamabad telah mendeklarasikan 'perang terbuka' dengan Afghanistan. Dua pejabat keamanan Pakistan melaporkan bahwa pasukan mereka masih menguasai area seluas 32 kilometer persegi di sektor Zhob, Afghanistan bagian selatan. Juru bicara wakil pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, melalui kantor berita Anadolu, mengungkapkan bahwa serangan Pakistan telah menewaskan 55 warga sipil di berbagai provinsi sejak intensifikasi pertempuran pada Kamis lalu. Korban termasuk wanita dan anak-anak dalam serangan drone di Nangarhar, serta warga yang rumahnya hancur akibat mortir di Paktia.

Perselisihan ini berakar dari tuduhan Pakistan bahwa Afghanistan melindungi kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), atau Taliban Pakistan, yang dianggap bertanggung jawab atas lonjakan kekerasan di dalam Pakistan. Selama setahun terakhir, Pakistan mencatat peningkatan signifikan dalam insiden kekerasan dan jumlah kematian, menjadikannya periode paling mematikan dalam hampir satu dekade. Data dari Pakistan Institute for Conflict and Security Studies menunjukkan kematian meningkat 75 persen menjadi 3.413 jiwa, dengan total insiden kekerasan naik 29 persen.

Pakistan sebelumnya telah melancarkan serangan udara pada 21 Februari lalu, menargetkan tempat persembunyian TTP di Nangarhar dan Paktika, yang menurut laporan PBB menewaskan 13 warga sipil Afghanistan. Namun, Kabul menegaskan tindakan Pakistan tidak beralasan dan menyangkal melindungi TTP.

Upaya diplomasi nampaknya buntu. Meskipun Taliban menyatakan terbuka untuk negosiasi, Pakistan menolak dialog. Mosharraf Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan untuk media asing, menegaskan tidak akan ada pembicaraan, karena satu-satunya tuntutan Islamabad adalah penghentian 'terorisme' yang berpusat di Afghanistan. Situasi ini tidak hanya memperparah krisis kemanusiaan dengan banyaknya korban sipil, tetapi juga mengancam stabilitas regional dan menunjukkan kegagalan komunitas internasional dalam menyerukan gencatan senjata.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook