Presiden Panama resmi menetapkan status bencana besar setelah wilayah selatan negara itu diguncang dua gempa bumi dahsyat dalam waktu berdekatan. Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 dan 6,6 melanda Provinsi Herrera pada Jumat, menghancurkan sejumlah bangunan dan melumpuhkan pasokan listrik di kawasan tersebut.
Bencana ini tidak berhenti pada dua guncangan utama. Puluhan gempa susulan terus terjadi setelahnya, membuat warga setempat waspada dan bertahan di luar rumah. Infrastruktur yang rusak serta jaringan listrik yang terputus menjadi tantangan besar bagi tim tanggap darurat yang berusaha menjangkau korban dan menilai kerusakan.
Dampak bagi masyarakat sangat signifikan. Status bencana besar membuka akses pendanaan darurat dan mobilisasi sumber daya nasional, namun proses pemulihan diperkirakan memakan waktu panjang, terutama untuk membangun kembali rumah dan fasilitas publik yang rata dengan tanah. Warga di kawasan terdampak juga berpotensi menghadapi krisis air bersih, gangguan komunikasi, dan kebutuhan mendesak akan tempat tinggal sementara.
Dari pantauan media internasional, gempa susulan yang terus berlanjut memperbesar risiko kerusakan tambahan pada bangunan yang sudah melemah. Pemerintah Panama kini fokus pada evakuasi, distribusi bantuan, dan pendataan kerugian. Masyarakat diminta menjauhi bangunan retak dan mengikuti arahan otoritas setempat hingga situasi dinyatakan aman.