Ketegangan di Yaman kembali meningkat tajam. Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, membantah keras klaim kelompok Houthi yang mengaku telah menyerang fasilitas minyak Aramco di dekat Riyadh. Al-Maliki menilai klaim serangan rudal balistik dan drone tersebut sebagai informasi menyesatkan yang bertujuan mengalihkan perhatian dari kekalahan besar yang mereka alami di lapangan.
Di sisi lain, pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi melaporkan telah mengeksekusi 257 operasi penargetan presisi dalam 24 jam terakhir. Kolonel Majed Abdullah al-Nazili menyebut estimasi awal menunjukkan sedikitnya 700 pejuang Houthi tewas dalam operasi tersebut. Koalisi juga mengerahkan jet tempur, drone, artileri, hingga sniper untuk menghancurkan bala bantuan Houthi di front Tor al-Baha dan poros Taiz.
Analisis singkat: Eskalasi ini terjadi setelah gencatan senjata rapuh tahun 2022 runtuh pada Juli lalu. Pengambilalihan kota pelabuhan Mocha dan pulau strategis di Selat Bab al-Mandeb oleh Houthi bulan lalu menjadi pemicu utama. Dampaknya bagi masyarakat global adalah ancaman terhadap jalur pelayaran minyak dunia, sementara warga sipil Yaman semakin terjebak dalam krisis kemanusiaan akibat perpindahan massal yang terus berlanjut sejak konflik 2014.