Dunia dikejutkan oleh tragedi mengerikan di sebuah taman kanak-kanak di Kampala, Uganda, ketika seorang pria secara brutal menikam empat anak hingga tewas. Insiden keji ini terjadi di sekolah Ggaba Early Childhood Development Program, Makindye Division, Kampala, pada hari Kamis lalu.
Kepolisian Uganda mengonfirmasi bahwa seorang pria berusia 34 tahun telah ditangkap terkait serangan brutal ini. Empat korban, terdiri dari satu anak perempuan dan tiga anak laki-laki, meninggal dunia akibat luka tusuk benda tajam. Menurut saksi mata, pelaku menyamar sebagai orang tua dan berhasil masuk ke area kantor sekolah. Setelah berbincang sebentar dengan administrator, ia keluar, mengunci gerbang, lalu secara membabi buta menyerang anak-anak satu per satu.
Beruntung, aksi keji pelaku berhasil dihentikan oleh seorang penjaga keamanan dari gereja tetangga, yang kemudian menyerahkannya kepada polisi. Saat ini, pelaku sudah ditahan, namun motif di balik pembantaian yang tak berperikemanusiaan ini masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan mendalam.
Tragedi ini memicu duka mendalam dan kemarahan publik di Kampala, ibu kota Uganda yang berpenduduk sekitar tiga juta jiwa. Dalam video yang beredar, tampak orang tua menangis histeris di sekitar lokasi kejadian. Bahkan, polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kerumunan warga yang marah, yang diduga hendak melakukan aksi main hakim sendiri terhadap pelaku. Kejadian semacam ini tergolong sangat langka di Kampala, yang dikenal relatif aman, dan kini menyisakan trauma mendalam serta pertanyaan besar di benak masyarakat.