HOUSTON - Kisah heroik datang dari gelandang Timnas Republik Demokratik Kongo, Yoane Wissa. Pemain Newcastle United yang nyaris kehilangan penglihatannya akibat serangan asam pada 2021 lalu, justru menjadi pahlawan dengan mencetak gol bersejarah di Piala Dunia 2025.
Pada laga fase grup melawan Portugal di Houston, Rabu (11/6/2025), Wissa menyundul bola memanfaatkan sepak pojok di menit ke-50. Gol ini menjadi gol pertama dalam sejarah DR Congo di ajang Piala Dunia sekaligus menahan imbang tim unggulan Portugal 1-1. DR Congo sendiri kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun.
Gol Wissa membalas keunggulan Portugal yang dicetak Joao Neves di menit keenam. Pertandingan berlangsung emosional, apalagi sebelum laga, stadion memberikan penghormatan kepada mendiang Diogo Jota, rekan setim Neves yang tewas dalam kecelakaan mobil tahun lalu.
Namun, sorotan utama tertuju pada perjalanan hidup Wissa. Pada Juli 2021, ia diserang seorang wanita yang melempar asam ke wajahnya saat mencoba menculik putrinya. Wissa menjalani operasi mata darurat dan butuh enam bulan pemulihan. Pelatihnya saat di FC Lorient, Christophe Pelissier, mengatakan Wissa langsung menunjukkan tekad baja untuk bangkit tanpa pernah mengeluh. Pelaku serangan akhirnya dijatuhi hukuman 18 tahun penjara pada Januari 2025.
Analisis: Kisah Wissa menjadi simbol ketangguhan mental seorang atlet di tengah tragedi. Golnya tidak hanya penting bagi DR Congo secara statistik, tetapi juga menjadi narasi inspiratif global tentang pemulihan dari trauma. Media internasional seperti BBC menyoroti bagaimana Wissa mengubah rasa sakit menjadi kekuatan, menjadikannya panutan baru bagi atlet Afrika yang menghadapi kesulitan hidup.