PUBLIK GERAM, KONGRES AS TAK BERDAYA BATASI PERANG IRAN! - Berita Dunia
← Kembali

PUBLIK GERAM, KONGRES AS TAK BERDAYA BATASI PERANG IRAN!

Foto Berita

Washington D.C. sedang panas-panasnya! Di tengah gejolak publik AS yang resah akibat kenaikan harga bensin dan menolak keras perang di Iran, Kongres AS justru terlihat mandul. Baik di Senat maupun DPR, upaya untuk membatasi kewenangan Presiden Donald Trump dalam konflik yang kini sudah berjalan sebulan ini, menemui jalan buntu.

Terbukti minggu ini, Senat AS kembali gagal mengesahkan resolusi War Powers yang bertujuan mengendalikan kemampuan Trump melancarkan perang secara sepihak. Pemungutan suara di ruang Republik itu berakhir ketat 53-47, sama seperti sebelumnya. Senator pun kompak memilih sesuai garis partai mereka, kecuali Rand Paul dari Republik yang mendukung resolusi, dan Jon Fetterman dari Demokrat yang menentangnya.

Ironisnya, meski Demokrat di DPR diyakini punya cukup suara untuk meloloskan resolusi serupa, pimpinan partai memilih menahan diri. Analis menyebut, ini mungkin karena para politisi terjepit antara dukungan lobi pro-Israel dan perhitungan politik untuk membiarkan Trump terus 'terpuruk' secara politik akibat perang kontroversial ini. Jamal Abdi, Presiden National Iranian American Council, menyoroti kuatnya lobi pro-Israel yang membuat banyak anggota Kongres sulit mengambil sikap yang berbeda dari administrasi Trump.

Setelah satu bulan berlalu, pemerintahan Trump belum merumuskan tujuan akhir yang jelas untuk konflik ini. Mereka hanya mengklaim berhasil melumpuhkan kemampuan militer Iran dan membunuh sejumlah pejabat tinggi. Namun, para pengamat khawatir perang ini justru telah memasuki fase 'perang gesekan' atau 'attrition' yang secara strategis bisa menguntungkan Iran. Kondisinya, menurut Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard, adalah 'rezim tetap utuh meski kekuatan utamanya melemah'.

Penolakan publik terhadap perang ini makin meluas. Sebuah survei Reuters/Ipsos menunjukkan 61 persen tidak setuju, berbanding 35 persen yang mendukung. Rating persetujuan Trump sendiri merosot tajam ke 36 persen minggu ini, angka terendah sejak ia menjabat. Survei lain oleh Associated Press-NORC bahkan menemukan 59 persen warga Amerika merasa tindakan militer AS di Iran sudah berlebihan.

Di sisi lain, Trump terus mengirim pesan yang simpang siur. Ia mengklaim ada perundingan yang diragukan kebenarannya dengan pejabat Iran, sekaligus merilis rencana gencatan senjata yang kemudian ditolak oleh Tehran. Bersamaan dengan itu, Pentagon mengerahkan lebih banyak pasukan ke wilayah tersebut, meningkatkan prospek invasi darat. Kondisi ini memperlihatkan betapa dalam polarisasi di Washington, yang terus membiarkan perang berjalan tanpa arah jelas, bahkan di tengah penolakan keras dari rakyatnya sendiri.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook