Situasi di Hasakah, salah satu wilayah krusial di timur laut Suriah, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, sebuah kesepakatan antara pasukan pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi dilaporkan mulai berlaku. Artinya, tentara pemerintah Suriah kini siap masuk kembali ke kota yang selama ini berada di bawah kendali SDF.
Namun, di balik geliat perubahan ini, ada segudang harapan dan ketakutan yang menyelimuti hati warga Hasakah. Jurnalis Al Jazeera, Teresa Bo, melaporkan langsung dari lapangan, menangkap suasana hati masyarakat yang campur aduk. Di satu sisi, ada harapan akan stabilitas dan berakhirnya ketidakpastian setelah bertahun-tahun konflik. Kembalinya otoritas pemerintah bisa berarti pulihnya layanan publik yang lebih terintegrasi dan potensi pembangunan kembali wilayah yang porak-poranda.
Di sisi lain, kekhawatiran juga membayangi. Banyak yang cemas akan nasib otonomi lokal yang selama ini dinikmati di bawah administrasi Kurdi. Adanya laporan sebelumnya tentang potensi pelanggaran hak asasi manusia dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas di wilayah yang kembali dikuasai pemerintah Suriah, menambah daftar kekhawatiran warga. Konflik panjang Suriah telah menciptakan dinamika kekuasaan yang kompleks, dan perubahan kendali di Hasakah ini berpotensi mengubah peta geopolitik di timur laut Suriah secara signifikan, bahkan bisa memicu gelombang pengungsian baru jika situasi memburuk. Masyarakat internasional perlu memantau ketat implementasi kesepakatan ini untuk memastikan hak-hak warga terlindungi.