RAHASIA ISTANA IRAN TERKUAK? ROUHANI BANTAH TUDUHAN MAKAR - Berita Dunia
← Kembali

RAHASIA ISTANA IRAN TERKUAK? ROUHANI BANTAH TUDUHAN MAKAR

Foto Berita

Gelombang isu panas menerpa kancah politik Iran. Mantan Presiden Hassan Rouhani dengan tegas membantah laporan dari media Prancis yang menuduhnya berupaya menggulingkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di tengah gelombang protes nasional bulan lalu. Rouhani, yang dikenal sebagai tokoh moderat, mengecam kabar tersebut sebagai bagian dari 'operasi psikologis' yang sengaja dirancang oleh Amerika Serikat dan Israel untuk menciptakan keraguan serta tekanan di kalangan publik Iran.

Tuduhan berat ini pertama kali disebarkan oleh media Prancis, yang mengklaim Rouhani menggalang dukungan dari ulama berpengaruh, komandan Garda Revolusi Iran (IRGC), hingga mantan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, untuk mengambil alih kekuasaan. Laporan itu bahkan menyebut usaha Rouhani gagal setelah kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menolak mendukungnya. Namun, Kedutaan Besar Iran di Paris langsung membantah keras, menyebut klaim tersebut 'murni fiksi' dan bagian dari kampanye terorganisir untuk merusak citra Iran.

Baik Rouhani maupun Zarif, yang juga disebut dalam laporan itu sempat ditangkap, telah membantah rumor penangkapan mereka. Rouhani bahkan merilis foto kehadirannya di sebuah acara pemakaman untuk membuktikan dirinya bebas. Kantor Rouhani menyebut laporan ini sebagai kelanjutan dari upaya AS dan Israel menekan Iran, baik melalui sanksi ekonomi maupun ancaman militer.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Iran juga menjelaskan bahwa penangkapan beberapa pemimpin reformis awal bulan ini sama sekali tidak berkaitan dengan dugaan upaya kudeta. Penangkapan tersebut murni karena pernyataan publik yang mereka sampaikan selama unjuk rasa Januari. Sebagian dari mereka telah dibebaskan dengan jaminan, namun beberapa lainnya masih ditahan karena kasus hukum sebelumnya. Spekulasi mengenai suksesi Pemimpin Tertinggi Khamenei, yang kini berusia 86 tahun, memang sering muncul dan laporan semacam ini kian memperkeruh stabilitas politik di Iran, serta menambah daftar panjang ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook