Philadelphia, AS – Timnas Brasil memastikan langkah mereka di Piala Dunia setelah membantai Haiti dengan skor telak 3-0 di Philadelphia Stadium, Jumat (21/6) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengeliminasi Haiti yang baru pertama kali lolos ke putaran final sejak 1974.
Bintang lapangan jatuh pada Matheus Cunha. Penyerang Manchester United yang sempat dicadangkan di laga sebelumnya itu tampil garang dengan mencetak dua gol. Gol pertamanya tercipta dari rebound tendangan Vinícius Junior, sementara gol kedua lahir dari tembakan kaki kiri keras yang tak mampu dihalau kiper Haiti, Johny Placide.
Vinícius Junior sendiri ikut menyumbang satu gol dan satu assist, membuat skor menjadi 3-0 di babak pertama. Meski sempat kehilangan Raphinha karena cedera, Brasil tetap dominan. Sementara itu, Neymar kembali absen karena cedera betis yang masih mengganggu.
Suasana stadion berkapasitas 68.324 penonton itu berubah menjadi panggung karnaval. Suporter Brasil dan Haiti saling berbalas nyanyian, meski akhirnya sorak sorai lebih keras terdengar untuk tim Samba.
Analisis Dampak: Kekalahan ini memastikan Haiti menjadi tim pertama yang gagal melaju ke babak gugur. Bagi Brasil, kemenangan ini menjadi suntikan moral besar setelah performa kurang meyakinkan di laga kontra Maroko. Cunha membuktikan dirinya layak menjadi starter, dan ini memberikan dilema positif bagi pelatih Carlo Ancelotti untuk laga selanjutnya melawan Skotlandia.
Dari sisi sosial, laga ini juga menarik perhatian karena menjadi simbol harapan bagi komunitas imigran Brasil di Philadelphia yang mencapai hampir 6.000 jiwa. Momen perayaan gol ala peselancar yang dilakukan Cunha pun viral dan menambah warna di turnamen ini.