Jakarta - Diskusi politik di kanal Al Jazeera English menyoroti sebuah pertanyaan besar: apa jadinya gerakan 'Make America Great Again' (MAGA) jika Donald Trump tidak lagi menjadi pemimpinnya? Dalam program tersebut, Josh Rushing berbincang dengan Rina Shah, seorang strategist Partai Republik, dan Emma Doyle, mantan Wakil Kepala Staf di pemerintahan pertama Trump.
Kedua narasumber sepakat bahwa saat ini MAGA identik dengan sosok Donald Trump. Trump masih menjadi penentu utama siapa yang berhak menyandang label MAGA. Namun, muncul keraguan besar apakah gerakan ini bisa bertahan atau berkembang jika kekuasaan tersebut harus dialihkan ke orang lain.
Rina Shah, yang dikenal sebagai salah satu 'Never Trumper' orisinal, dan Emma Doyle, yang pernah bekerja di dalam Gedung Putih, menyimpulkan bahwa MAGA bukan sekadar sebuah gerakan politik yang memiliki struktur mandiri, melainkan sebuah fenomena yang sangat bergantung pada persona Trump. Tanpa Trump, mereka meragukan MAGA dapat tumbuh atau bahkan bertahan dalam bentuk yang sama.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat luas, diskusi ini menandakan bahwa lanskap politik Amerika Serikat masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika internal Partai Republik. Ketergantungan MAGA pada satu figur karismatik menimbulkan ketidakpastian politik ke depan, terutama mengenai arah kebijakan dan loyalitas pemilih jika terjadi transisi kepemimpinan. Hal ini juga mencerminkan polarisasi yang masih kuat dalam politik AS.