Aparat penegak hukum Amerika Serikat berhasil membongkar dan menggagalkan sebuah plot serangan bom molotov yang menargetkan aktivis Palestina terkemuka, Nerdeen Kiswani, di New York City. Pelaku, Andrew Heifler (26) dari New Jersey, kini sudah ditahan dan menghadapi dakwaan serius atas kepemilikan dan perakitan alat peledak. Kiswani, yang merupakan salah satu pendiri kelompok aktivis 'Within Our Lifetime', mengaku sangat bersyukur karena nyawanya terselamatkan.
Penangkapan Heifler terjadi pada Kamis, setelah serangkaian operasi penyamaran yang dilakukan oleh Satuan Tugas Gabungan Terorisme FBI selama berminggu-minggu. Heifler, yang diduga merencanakan penyerangan ke rumah Kiswani dengan bom molotov, terbukti telah berulang kali mendiskusikan niat jahatnya dengan seorang agen penyamar. Ia bahkan sempat melakukan survei ke kediaman Kiswani pada awal Maret. Saat penangkapan di rumahnya di Hoboken, aparat menemukan delapan bom molotov siap pakai.
Insiden mengerikan ini menambah daftar panjang tekanan dan intimidasi yang dialami para aktivis hak-hak Palestina di AS. Menurut Kiswani, ancaman kekerasan kerap datang dari organisasi Zionis dan politisi pro-Israel yang terang-terangan menyerukan kebencian. Konteks ini penting, sebab beberapa waktu belakangan, narasi kebencian terhadap Muslim dan Palestina memang meningkat di kalangan politisi dan kelompok sayap kanan AS. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa perjuangan membela Palestina di negeri Paman Sam tak hanya berhadapan dengan perdebatan, tetapi juga ancaman nyata yang bisa membahayakan nyawa.