ATURAN 81 TAHUN BERUBAH, NYAWA MELAYANG - Berita Dunia
← Kembali

ATURAN 81 TAHUN BERUBAH, NYAWA MELAYANG

Foto Berita

Kisah pilu datang dari Texas, Amerika Serikat. Isaac Valdez, pria 26 tahun, meninggal dunia pada 26 Agustus 2026 setelah keluarganya menolak transfusi darah yang seharusnya bisa menyelamatkan nyawanya. Keputusan itu diambil murni karena keyakinan agama sebagai Saksi Yehuwa.

Semua bermula ketika Isaac mengalami kejang epilepsi saat membaca di perpustakaan lokal. Kepalanya membentur lantai dengan keras hingga memicu pendarahan otak. Dokter sempat ingin melakukan prosedur pengurasan cairan otak, tapi batal karena Isaac memegang kartu "No Blood" yang melarang segala bentuk transfusi.

Keluarga sempat lega karena Isaac sempat sadar dan bahkan bisa bicara lagi. Namun kondisi itu tak bertahan lama. Ia kembali koma dan kondisinya memburuk drastis. Dokter bedah saraf menyatakan satu-satunya jalan menyelamatkan Isaac adalah operasi darurat yang wajib menggunakan darah. Keluarga pun memilih menghormati wasiat Isaac untuk menolak prosedur tersebut. Nyawanya tak tertolong.

Yang bikin sakit hati, hanya berselang 23 hari setelah kematian Isaac, badan pengurus pusat Saksi Yehuwa mengumumkan perubahan besar dalam ajaran mereka. Kini, mayoritas prosedur medis yang menggunakan darah donor tidak lagi dilarang. Keputusan menerima atau menolak transfusi diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing individu.

Jacob Valdez, saudara kembar Isaac, sangat murka. Ia yakin sang kakak masih hidup jika aturan baru itu keluar lebih cepat. Aturan larangan transfusi sendiri sudah berumur 81 tahun, berlaku sejak 1945, berdasarkan tafsir ayat Alkitab tentang larangan mengonsumsi darah. Perubahan ini tentu membawa dampak besar bagi ribuan umat Saksi Yehuwa di seluruh dunia yang kini punya keleluasaan lebih dalam memilih pengobatan tanpa takut dikucilkan secara spiritual.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook